Sunday, 26 February 2012

Hanya Untukmu


Terbayang senyuman manjamu
Melambai mesra di hadapan mereka
Tertunduk malu pabila tawa mengusik jiwa
Tatkala sedih menyelubungi jiwa
Sahabat menjadi satu, teman menjadi ratu
Senyum dan tawa pengubat rindu
Pengubat duka teman disisi
Jalan yang penuh berliku
Mula dirasai dugaan menerjah diri
Pabila senang diharungi, Pabila susah dilalui
Ku lihat tawa mu mulai hambar
Ku lihat senyummu mulai tawar
Ku lihat ceria mu mulai  mulai hilang

Tertunduk lalu membisu
Melihat sekujur badan terbaring sepi
Sejernih air mata mengalir dipipi
Saat melihat diri mu dada mulai sebak
Tatkala melihat mata mu
Mengalir jernih air mata melalui pipi
Teman disisi teman menemani
Merelakan diri mu pergi setenang awan di langt
Tabahnya dirimu kuat jua diri kami
Semoga kenangan mu abadi di hati kami  


Thanks to Mohd Jeffri, Nur Dalila and NurMahirah coz mereka telah membacanya di Makan Malam Alumni Library Science.. Its was awesome day.. Walaupun tiada ramai yg mendengar.. Tapi saya tetap berada dihadapan untuk mendengar.. Thanks to all my friend coz bg semangat untuk buat sajak [sajak lah kot..] walaupun tidak sepuitis A. Samad Said.. Ianya tetap kenangan yang abadi selamanya.

No comments:

Post a Comment